Featured Posts

Bursa taruhan liga champion - Jalan Jauh untuk David... Jalan paling jauh yg mampu ditempuh seseorang sanggup menjadi bukanlah jalan kembali pergi ke rumah yg dirindukan atau jalan menumpu mimpi yg diidam-idamkan. Mampu menjadi jalan untuk memulihkan nama atas...

Read more

Judi internet - Brendan Rodgers: Football Genius atau... Masih ingat plakat yg kerap dibawa fan lawan saat Manchester United bertanding musim dahulu? Dengan gambar David Moyes besar-besar, ditulislah frase "Football Genius" di sebelahnya. Sayangnya, ini sedikit...

Read more

Game online bola kaki - Asal usul dan Trivia Piala... Piala AFF sewajarnya lahir pada masa yang gak begitu menggembirakan. Tidak lama selepas kelahirannya, stagnasi ekonomi meluas ke mana-mana, ke segala negara, terbilang Asia Tenggara. Belum lagi getaran...

Read more

Sbobet bet - Prancis Cukur Swedia 1-0 Prancis mendominasi Swedia pada laga friendly dalam Stade Velodrome. Namun sebab performa oke kiper Swedia Andreas Isaksson, Prancis mesti menunggu hingga menit ke-84 guna memastikan keunggulan 1-0 lewat...

Read more

Agen bola dan casino - Instinct Hunt: Selebrasi 2 Dekade... Sudah 20 tahun sejak pertama kali Adidas memelopori seri Predator; satu diantara sepatu yang terlaksana tonggak penting di dalam teknologi sepatu sepakbola, kendati satu yg terpopuler dalam jagat lapangan...

Read more

  • Prev
  • Next

Bursa taruhan liga champion – Jalan Jauh untuk David Moyes

Category : Agen Bola Liga Champion

Jalan paling jauh yg mampu ditempuh seseorang sanggup menjadi bukanlah jalan kembali pergi ke rumah yg dirindukan atau jalan menumpu mimpi yg diidam-idamkan. Mampu menjadi jalan untuk memulihkan nama atas jejuluk buruk bertambah panjang serta melelahkan.test1

Mulanya, David Moyes yaitu pemandu yg lumayan bagus. Tdk sempurna, tetapi lumayan menawan. Moyes dapat menjadi belum pernah memenangkan trofi 1 pun, tapi 11 tahun mengurus Everton yakni komentar yg lumayan. Tersedia kesan kalau Moyes sanggup memelihara kestabilan satu buah klub, kendati pun itu cuma berkiprah di papan tengah selama masa lebih atas satu dekade.

Kesetimbangan itu jugalah yang sebagai sebab Manchester United menunjuknya tampil manajer baru dalam 2013. Terbiasa ditangani satu manajer selama masa lebih dari dua dekade memproduksi United memberikan Moyes prasetia enam tahun. Mereka berharap Moyes mampu membikin 1 buah kesebelasan baru lewat satu proses. Akan tetapi, begitu seleret dampak kurang yahud didapat oleh United, nggak ada lagi yang namanya proses.

Perolehan di lapangan mampu menjadi sekutil ditolerir misal saja suguhan United menjanjikan. Hanya saja, sudah memiliki impak kurang menuntungkan, pertunjukan United di tangan Moyes juga terhitung sama. Alih-alih menjadi team yang tampil menyerang, United malah tampil pemain yang tampil rigid bin cermat.

Dr enam tahun komitmen yg diterimanya, Moyes hanya dapat menjalani 10 bulan di antaranya. Kepastian United gagal melaju di Liga Champions musim 2014/2015 membuatnya dipecat.

Juni 2014, di bawah langit terang Miami, Moyes tampil dengan setelan santai. Dia sedang merenung perjuangan pertemanan Inggris vs Ekuador begitu itu juga muncul terlihat baik-baik aja buatnya.

Begitu dia didepak daripada United dua bulan sebelumnya, Moyes serta-merta memutuskan bagi angkat kaki menjauh. Dia membawa sang istri, Pamela, pergi berlibur jauh ke selatan hingga dengan di Florida utk menikmati situasi tepi laut. Sesekali, dia juga terlihat main golf dengan kolega-koleganya. Moyes seakan-akan merintis hidup tenang, jauh daripada ingar-bingar tindasan selama 10 bulan sebelumnya.

Kalau Everton sepeninggal dirinya malah sebagai lebih baik dan pendukung United rela-rela aja dia hilang, membuat Moyes jadi sedikit terlupakan. Kalaupun diingat, dia bakal kian diidentikkan di dalam kegagalan United ketimbang dalam masa 11 tahunnya di Everton. Karena nilai setitik di club besar, rusaklah susu sebelanga. Moyes meraih stigma negatif & jejuluk “manajer buruk” yang mau tidak mau mesti dia hilangkan.

Masa di mana Moyes tidak bekerja ini tak ubahnya fragmen seorang samurai yang baru dipecat tuannya. Di keadaan tidak bertuan diantaranya itu, sang samurai tidak bertuan (ronin) kehilangan tujuan –dalam hal ini melayani tuannya– dan, pada kelanjutannya, arti dr hidupnya.

Diceritakan gimana ke-47 orang samurai kemudaratan tumpuan ketika si tuan dibunuh. Tujuan mereka selanjutnya, di akhirnya, yaitu menangkis dendam sang tuan. Tempo dendam ini terbayarkan, & artinya tujuan mereka tercapai, ke-47 ronin tadi hasilnya sama-sama berbuat seppuku.

Di cerpen Rashomon yang ditulis oleh Ryunosuke Akutagawa, diceritakan apa cara seorang Genin (diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia selaku Samurai Kelas Bawah) gelisah tidak kepalang. Tak apa-apa, dia baru aja dipecat oleh tuannya beberapa hari sebelumnya.

Alih-alih kalang kabut, Genin tadi memilih berteduh di bawah gerbang sebuah kuil seraya termenung melihat menatap. Sembari mengopek-ngopek jerawat pada pipi kanannya, sang Genin duduk santai & mengheningkan gimana nasibnya esok hari. Pilihan di benaknya semata-mata terdapat 1: kosong dan lalu mati kelaparan.

Judi internet – Brendan Rodgers: Football Genius atau pun Hanya Beruntung?

Category : Agen Bola Liga Champion

Masih ingat plakat yg kerap dibawa fan lawan saat Manchester United bertanding musim dahulu? Dengan gambar David Moyes besar-besar, ditulislah frase “Football Genius” di sebelahnya. Sayangnya, ini sedikit pun tak apresiasi untuk eks manajer Everton tersebut.test1

“Football genius” nama lain jenius sepakbola yang dilekatkan pada Moyes makin termasuk sindiran akibat hasil-hasil jelek yang didapat United sepeninggal Gaib Alex Ferguson. Bobroknya capaian Red Devils dalam bawah belaan Moyes di dalam musim 2013/14 sinambung saja ditimpakan dalam laki-laki Skotlandia itu.

Musim ini, terdapat satu orang yang berpotensi dilabeli label tersebut. Siapa dia? Manajer Liverpool, Brendan Rodgers. Alasannya, The Reds tatkala ini selagi menderita pada liga dan pula Liga Champion. Atas keseluruhan 13 perjuangan di dua ajang ini, Steven Gerrard sudah menanggung tujuh kegagalan dan dua kali imbang.

Kinerja ini memantul 180 derajat atas pencapaian musim silam pada mana Liverpool nyaris menundukkan Premier League sebelum usai di status runner-up. Padahal Rodgers merampungkan upah sebesar 130 juta pound lebih pada perbelanjaan transfer. Uang sebesar tersebut berubah wujud pada wujud sembilan pemain trendi Liverpool, dengan 1 di antaranya dipinjamkan kembali pada tim semula.

Merampungkan uang banyak & terseok-seok dalam papan klasemen, Rodgers langsung dijadikan barang olok-olok. Karenanya musim lalu mulutnya sempat nyinyir mengomentari Tottenham Hotspur yg menguras lebih dari 100 juta pound tapi susah payah memperoleh tiket ke Europa League.

“Dgn gaji belanja lebih atas 100 juta pound, satu buah club sepatutnya bersaing di jalur pertentangan juara, ” begitu omongan Rodgers mengenai Spurs detik itu. Kata-kata yg waktu ini memantul kepadanya.

Pekan kedua aja Liverpool telah menobatkan kekalahan. Namun tandingan yg dihadapi tatkala itu, Manchester City, merupakan juara bertahan plus diperkuat pemain-pemain mahal, jadi kegagalan di Etihad Stadium siap dimaklumi. Tetapi demikian Aston Villa, West Ham United dan terakhir Newcastle United sanggup menundukkan The Reds, semakin transparan tampak jika Rodgers menghadapi masalah.

Blunder Transfer

Sosok dengan enteng menyatukan melorotnya prestasi Liverpool musim itu dgn penjualan Luis Suarez. Tidak kebetulan pula kalau menterengnya performa Liverpool musim yg lalu didominasi sama kesibukan El Pistolero. Perolehan 31 gol tambah sederet assist & kado penalti yang dikarenakan oleh akselerasinya mendukung Liverpool menghasilkan 101 gol musim yg lalu.

Hengkangnya Suarez di Barcelona berarti Liverpool kekeringan sosok yg berandil terhadap setidaknya sepertiga gol musim yg lalu. Namun, menjembatani melorotnya tenaga Liverpool musim ini semata-mata di dalam perginya Suarez tentu saja terlalu mempermudah masalah. Persoalannya bertambah dari tersebut

Ya, penjualan Suarez merupakan kehilangan besar beri Liverpool. Tapi Suarez membuat kas team terisi dana baru sejumlah 70 juta pound yang bisa diterapkan Rodgers buat memperkuat skuat. Ditambah penggawa lama serta sekitar pemain muda yang dijual murah, Rodgers miliki pertolongan dana berlimpah ruah guna borong tokoh di bursa transfer.

Di sinilah posisi blunder baru Rodgers pada musim 2014/15. Ketika berbelanja pada musim panas sebelumnya, Rodgers makin menguatkan dalam stok tokoh demi kekuatan tim ketimbang menambal kepergian Suarez. Sungguh membingungkan tatkala perniagaan transfer udah hampir habis, tak ada 1 striker top pun yang didatangkan ke Anfield. Sampai dengan kesudahannya Mario Balotelli tiba

Game online bola kaki – Asal usul dan Trivia Piala AFF: Macan yang Mengaum dari Tenggara

Category : Agen Bola Liga Champion

Piala AFF sewajarnya lahir pada masa yang gak begitu menggembirakan. Tidak lama selepas kelahirannya, stagnasi ekonomi meluas ke mana-mana, ke segala negara, terbilang Asia Tenggara. Belum lagi getaran politik yang melanda sejumlah negara, turut mengganggu keterusterangan duel tertinggi pada Asia Tenggara tersebut.test1

Faktanya, sindiran tersebut gak berimbas banyak. Piala AFF-lah yang lalu kemudian jadi tonggak berkembang serta meratanya mutu sepakbola pada Asia Tenggara.

Ketika pertama kali tampak, Thailand serta Singapura tampil kuat. Mereka bergantian menarik posisi puncak. Di mula penyelenggaraannya, terjumpa jurang kualitas yang teramat lebar antar negeri. Konsistensi sepakbola ketika itu sedang berada di tangan Thailand, Singapura, Malaysia, Vietnam, juga Indonesia. Sementara itu, negara seperti Filipina serta Brunei Darussalam tetap kerap menjadi bulan-bulanan tandingan.

Perlahan negeri-negeri pada Asia Tenggara mulai berbuat penyesuaian. Terdapat peningkatan mutu dgn berbagai cara, mulai daripada naturalisasi tokoh hingga penerapan kompetisi berjenjang yg dikelola mengacu pada serius. Waktu ini, lawan udah memperhitungkan Filipina juga Myanmar sejajar calon juara.

Piala AFF digelar dua tahun sekali. Ini yang menghasilkan pembinaan pada negara2 Asia Tenggara seolah tak sempat berhenti. Tahun ini berlatih, tahun depan melawan supaya mimpi dapat segera diraih.

Sepakbola ibarat magnet yang punya hasil terhadap unsur di luar sepakbola. Dipastikan, jadi juara di gelanggang tertinggi se-Asia Tenggara secara otomatis akan mengangkat citra negeri.

Dengan status setaraf persaingan tertinggi, Aliansi Sepakbola Asia Tenggara, AFF, kendati membuat regulasi baru. Khusus di dalam bagian olahraga sepakbola pada SEA Games, setiap negara cuma mampu menyertakan pemain dengan usia di pangkal 23 tahun. Sistem ini seukuran beserta apa yg diterapkan di Olimpiade serta Asian Games.

Aturan ini mengantongi impak signifikan beri negeri yang benar-benar mengerjakan pembinaan usia dini. Para pemain muda diuji pada SEA Games. Peran Sea Games jadi diperlukan guna ujian perdana sekaligus ajang merangsangkan profesionalisme bertumbuk pemain muda dalam level internasional. Tujuan walhasil wajar saja bermuara di Piala AFF. Hasil tinggi pada level ini memproduksi mimpi tidak lagi sekadar ilusi, akan tetapi merealisasikannya hingga benar-benar terkabul.

Soal capaian penampilan serta format persaingan, Piala AFF mungkin terbagi ke dalam 2 era. Uniknya, era tersebut tersedia sangkut pautnya dengan sponsor yang punya wewenang penerapan nama formal pertandingan.

Piala AFF lahir pada 1996 dgn nama “Piala Tiger” atau pun “Tiger Cup”. Unsur ini gak lain soalnya sponsor kompetisi ini merupakan pembuat bir bermerek “Tiger” sumber Singapura. Ketika itu, kiblat sepakbola di Asia Tenggara sedang bergerak dalam Thailand & Singapura. Thailand dikenal mempunyai potensi pemain berbakat, sementara Singapura begitu sungguh-sungguh mengundang iklim sepakbola.

Negri lain seperti Indonesia, amat bermaksud utk meraih gelar internasionalnya. Pada level senior, tim nasional Indonesia terakhir kesempatan juara dalam SEA Games 1991 yang dihelat di Jakarta. Sebab SEA Games gak lagi jadi pertandingan tertinggi, oleh sebab itu semua kegiatan sepakbola terfokus dalam Piala AFF & Piala Asia.

Terdapat satu buah optimisme kala ini ketika PSSI melebur kompetisi Perserikatan serta Galatama di dalam 1994. Penyatuan tersebut mewujudkan pemain – pemain yg mengacu pada konvensional kuat dengan prestasi dan cerita, dengan pasukan terlatih yg tidak dibiayai APBD. Iklim berpengalaman pun start berasa di Liga Indonesia kala ini.

Selain itu, PSSI mempunyai rencana jangka panjang dgn mengoper calon muda pada luar negeri utk menimba ilmu. Memang, tidak segenap berhasil, akan tetapi beberapa di antara mereka menjadi rahasia timnas Indonesia dalam Piala AFF tahun 2000 dan 2002.

Sbobet bet – Prancis Cukur Swedia 1-0

Category : Agen Bola Liga Champion

Prancis mendominasi Swedia pada laga friendly dalam Stade Velodrome. Namun sebab performa oke kiper Swedia Andreas Isaksson, Prancis mesti menunggu hingga menit ke-84 guna memastikan keunggulan 1-0 lewat gol dr Raphael Varane.test1

Menyuguhkan Swedia, Rabu (19/11/2014) dinihari WIB, Prancis menghasilkan kesempatan saat laga mendatangi menit ke-11 melalui operan dari Paul Pogba yg diraih terjangan Layvin Kurzawa, sekalipun bola belum pasti pada bahan. Enam menit setelah tersebut tembakan Pogba pula sedang memuncak daripada gawang Swedia.

Prancis menerima peluang emas buat unggul di menit ke-36 saat Andre-Pierre Gignac mengelakkan operan ke arah Antoine Griezmann dalam ulas penalti Albania. Tetapi perundingan puncak kurang sip daripada Griezmann membuat kiper Andrea Isaksson masih siap mengamankan bola.

Dua menit selepas tersebut Swedia balik mampu bernafas lega selepas serbuan Prancis kembali gak berdampak gol. Datang dari umpan silang Dimitri Payet yang tidak berhasil diantisipasi Isaksson, bek Emil Krafth lalu buktikan menolak bola walaupun si kulit bundar malah mengarah ke gawagnya sendiri. Beruntung untuk Krafth & Swedia, arahnya tetap belum betul-betul tepat & sedang melenceng.

Swedia lalu menciptakan Prancis tersentak empat menit sebelum diturunkan minum. Lewat aksinya Isaac Kiese Thelin dapat menepuk bola pada haluan gawang Prancis, menghasilkan kiper Steve Mandanda kudu berbuat penyelamatan di bawah mistar gawang tuan rumah.

Empat menit di mula sesi ke 2 Isaksson kembali menyelamatkan gawang Swedia. Kesempatan ini dari usaha Gignac yg menyampaikan operan daripada Dimitri Payet. Isaksson terus-terusan diuji, di antaranya dalam menit ke-60 dgn menepis bola tembakan Griezmann kemudian menghalau bola tembakan tokoh substitusi Prancis Moussa Sissoko pada menit ke-79.

Akan tetapi gawang Isaksson sudahnya jebol pula kala rivalitas menyisihkan enam menit pada waktu normal. Atas sebuah sepak pojok, kiriman bola Griezmann berjaya disambut Raphael Varane pada tiang dekat bagi mengalahkan Isaksson yg kali ini mesti mencedok bola atas di dalam gawangnya

Semenit selepas tersebut Prancis menelan kesempatan emas dalam menambah keunggulan selesai wasit menyatakan titik putih efek handball atas Oscar Wendt. Karim Benzema dulu maju guna memerankan pengeksekusi… sekalipun tengah gagal menyelesaikan tugasnya selepas mengirim bola melayang atas target. Tak ada lagi gol yg tercipta dalam sisa waktu.

Dampak itu menciptakan Prancis udah menanjak gak terkalahkan pada enam pertentangan berturut-turut sesudah Piala Dunia, di mana 4 di antaranya mampu dimenangi–melawan tim-tim unggul laksana Spanyol dan Portugal.

Pada rivalitas periode ini Les Bleus dicatat ESPN hadir kuat kepada Swedia. Selain unggul penguasaan bola 64%-36%, Prancis pula mencetak enam tembakan jelas sasaran atas 28 percobaan, sedangkan Swedia menciptakan lima tembakan aja pada mana cuma dua di antaranya yg membidik pada sasaran.

Susunan Pemain

Prancis: Pogba, Guilavogui ; Valbuena (Lacazette 68′), Payet (Sissoko 61′), Mandanda; Sagna, Mangala, Varane, Kurzawa (Digne 78′); Griezmann; Gignac (Benzema 68′).

Swedia: Isaksson; Larsson, Kallstrom (Forsberg 46′), Kacaniklic (Forsberg 86′); Krafth, Jansson, Granqvist (Durmaz 46′), Bengtsson (Olsson 46′); Bahoui, Thelin, Zengin (Hrgota 67′).

Agen bola dan casino – Instinct Hunt: Selebrasi 2 Dekade Predator

Category : Agen Bola Liga Champion

Sudah 20 tahun sejak pertama kali Adidas memelopori seri Predator; satu diantara sepatu yang terlaksana tonggak penting di dalam teknologi sepatu sepakbola, kendati satu yg terpopuler dalam jagat lapangan hijau. Adidas menyelesaikan petunjuk 2 dekade predator dengan mengeluarkan anak terkini: Predator Instinct Hunt.test1

Predator, gak bisa dipungkiri, yaitu salah satu titik berarti di dalam kemajuan teknologi sepatu sepakbola. Desainnya benar-benar terhitung cukup simpel, namun demikian dengan teknologi sepatu itu mampu dibilang sepatu tercanggih saat pertama kali diluncurkan.

Perjalanan Predator dimulai sama seorang mantan tokoh Liverpool, Craig Johnston. Selesai purna karya, Johnston yg menyampaikan ‘Si Merah’ meraih lima gelar Liga Inggris kembali di tanah kelahiran orang tuanya, yakni Australia. Di sana, dia menghabiskan waktu dalam melatih anak-anak.

Kabarnya di dalam satu babak kursus, Johnston sempat meminta budak asuhnya buat menendang bola dgn bertambah baik, makin teratur, & bertenaga. Namun demikian anak-anak itu kerumitan, dan kemudian bersuara di dalam Johnston jika sepatunya amat licin. Sebabnya tak lain sebab sepatu yang dipakai anak-anak tersebut berasal dari kulit plus keadaan detik itu sedang hujan.

Ketika itulah Johnston mempunyai ide untuk menjemput suatu bat pingpong, memungut struktur karetnya, serta menempelkannya pada sepatunya. Sepatu eksperimennya itu lalu segera diboyong menongol dan dicoba bagi menyepak bola. Hasilnya? Voila! Karet di dalam sepatu menciptakan makin mudah melepaskan kekuatan tertentu kala menendang bola, dan tentu saja sepatunya kini bisa makin ‘menggigit’ bola.

Dari sepatu prototipenya itulah Johsnton setelah itu menyebarkan ide kian jauh, menggabungkan karet dgn kulit kanguru yg ringan oleh fleksibel. Belakangan Johnston juga menambahkan ide lain tentang teknologi sol Traxion yang hingga sekarang digunakan Adidas.

Walau demikian, sepatu prototipe Johnston awalnya gak diterima oleh sejumlah industri menyerupai Nike dan Reebok, bahkan Adidas seorang diri. Namun,, setelah berhasil merekam Franz Beckenbauer, Karl-Heinz Rummenigge, serta Paul Breitner mempergunakan sepatunya pada kondisi salju, Johnston berjaya meyakinkan Adidas dalam membeli hak disain prototipe tersebut dan mendapatkan 2% daripada sekujur penjualan. Disebut-sebut butuh tempo hingga lima tahun dalam memastikan jika idenya akan berjaya.

Sejak kala ini, sepatu prototipe Johnston meloncat menjadi Predator juga jadi unit dr sejarah sepakbola. Predator kendati langsung berevolusi dengan berbagai pengembangan yang dikerjakan oleh Adidas. Termasuk setidaknya tersedia 14 seri predator yang lahir berikutnya.

Menyusul sukses kemunculan si ‘kakak sulung’, Predator Rapier lahir pada 1995. Adidas menggalang balik kerangka karet dalam sepatu & makin besar membuat kulit kanguru demi kepuasan. Tahun berikutnya lahirlah Predator Touch. Kemudian sambung-menyambung Predator Accelerator (1998), Predator Presicion (2000), Predator Mania (2002), Predator Pulse (2004), Predator Absolute (2006), Predator PowerSwerve (2007), Predator X (2009), Predator RX (2010), Adipower Predator (2011), Predator LZ (2012), serta yg terakhir adalah seri Predator Instinct (2014)

Daftar agen bola terpercaya – \\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\’Instinct Hunt\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\’: Perayaan Dua Dekade Predator

Category : Agen Bola Liga Champion

Udah 20 tahun semenjak pertama kali Adidas memelopori seri Predator; salah satu sepatu yg menjadi tonggak berarti di teknologi sepatu sepakbola, pun 1 yang terpopuler di jagat lapangan hijau. Adidas mengakhiri peringatan 2 dekade predator dgn memelopori anak paling baru: Predator Instinct Hunt.test1

Predator, tak dapat dipungkiri, merupakan satu diantara titik diperlukan dalam kemajuan teknologi sepatu sepakbola. Desainnya benar2 terbilang agak simpel, namun demikian dengan teknologi sepatu ini sanggup dibilang sepatu tercanggih kala mula-mula kali diluncurkan.

Perjalanan Predator diawali oleh seorang mantan tokoh Liverpool, Craig Johnston. Tamat purna karya, Johnston yang mengantarkan ‘Si Merah’ memikat lima gelar Liga Inggris kembali ke tanah kelahiran orang-orang tuanya, yakni Australia. Di sana, dia membuang waktu dalam mengatur anak-anak.

Kabarnya dalam satu putaran latihan, Johnston sempat meminta anak asuhnya utk menendang bola dgn bertambah baik, kian teratur, serta tangguh. Namun demikian anak-anak itu kesulitan, dan kemudian bersuara di Johnston kalau sepatunya amat licin. Sebabnya tidak lain sebab sepatu yang digunakan anak-anak tersebut berasal atas kulit plus kondisi ketika itu sedang hujan.

Kala itulah Johnston punya ide buat menjemput satu buah bat pingpong, menjemput sisi karetnya, & menempelkannya pada sepatunya. Sepatu eksperimennya tersebut kemudian langsung dibawa menongol & dicoba utk mendepak bola. Hasilnya? Voila! Karet dalam sepatu membuatnya makin luntur melepaskan kesan khusus kala menendang bola, serta tentu aja sepatunya sekarang mampu semakin ‘menggigit’ bola.

Dari sepatu prototipenya itulah Johsnton lalu kemudian menyiarkan ide makin jauh, mengombinasikan karet dgn kulit kanguru yang ringan dan fleksibel. Belakangan Johnston juga memberi ide lainnya mengenai teknologi sol Traxion yang sampai sekarang digunakan Adidas.

Meski demikian, sepatu prototipe Johnston mulanya tidak diterima oleh sekitar perusahaan diantaranya Nike juga Reebok, bahkan Adidas seorang diri. Namun, selepas mampu mencetak Franz Beckenbauer, Karl-Heinz Rummenigge, serta Paul Breitner memakai sepatunya untuk kondisi salju, Johnston berhasil meyakinkan Adidas guna membeli hak design prototipe itu serta meraih 2% dari seluruh penjualan. Disebut-sebut perlu tempo sampai lima tahun utk memastikan kalau idenya hendak sukses.

Mulai kala ini, sepatu prototipe Johnston beralih menjadi Predator dan menjadi bagian dr asal usul sepakbola. Predator pun terus berevolusi dengan bervariasi pengembangan yang dikerjakan oleh Adidas. Tercatat setidaknya terdapat 14 seri predator yang lahir berikutnya.

Menyusul sukses kelahiran sang ‘kakak sulung’, Predator Rapier lahir pada 1995. Adidas menggalang balik susunan karet pada sepatu juga kian banyak menyelenggarakan kulit kanguru demi kepuasan. Tahun berikutnya lahirlah Predator Touch. Lalu beruntun-runtun Predator Accelerator (1998), Predator Presicion (2000), Predator Mania (2002), Predator Pulse (2004), Predator Absolute (2006), Predator PowerSwerve (2007), Predator X (2009), Predator RX (2010), Adipower Predator (2011), Predator LZ (2012), serta yang terakhir adalah seri Predator Instinct (2014)

video lucu sepak bola – Belanda Taklukan Latvia Enam Gol Tanpa Balas

Category : Agen Bola Liga Champion

Belanda mempreteli tiga angka untuk kubu keempatnya di kualfikasi Piala Eropa 2016. Menyervis Latvia, Belanda bersenang-senang setengah lusin gol dengan kemenangan telak 6-0.test1

Dalam Amsterdam Arena, Senin (17/11/2014) dinihari WIB, Robin van Persie merintis resepsi gol Belanda untuk Latvia di menit ke-6. Arjen Robben menaikkan keberhasilan tuan rumah pada menit ke-35, sebelum Klaas-Jan Huntelaar memproduksi Oranje mencengkeram paruh waktu dengan keuntungan 3-0.

Pada putaran kedua, tepatnya menit ke-78, Jeffrey Bruma menaikkan keunggulan Belanda. Robben, yang hadir megah sepanjang pertentangan, dan kemudian mendirikan gol keduanya di menit ke-82, sebelum Huntelaar menutup pesta gol Belanda 2 menit menyambut berakhirnya saat normal.

Dampak itu menghentikan untaian 2 kegagalan berhubung Belanda yang sebelum ini kalah 0-2 dari Islandia di partai kualifikasi dan kemudian 2-3 dr Meksiko dalam kelompok friendly.

Dampak itu memproduksi Belanda waktu ini mengoleksi enam poin dari empat pertentangan, buat duduk dalam status 3 klasemen Grup A di pangkal Republik Ceko oleh Islandia yg sama-sama punya 9 poin dan baru 3 kali bermain–keduanya pula hendak bertanding subuh ini.

Sementara Latvia terpaku di posisi 4 dengan raihan dua angka perolehan atas dua kali seri serta 2 kali kalah.

Robin van Persie sinambung membuat Belanda memimpin begitu pertentangan baru beredar enam menit. Satu sodoran sasaran silang dari Arjen Robben dengan jitu disambut tandukan Van Persie ke panduan tiang jauh.

Enam menit dan kemudian Robben kembali merongrong regu tambak Latvia. Ia berhasil mendapat celah serta menembak, meskipun bola belum tertuju ke sisi incaran.

Bisnis Latvia merespons belum mendatangkan kinerja. Operan dr Aleksandrs Fertovs betul-betul mampu diteruskan Valerijs Sabala dengan sundulan, walaupun haluan si kulit bundar masih menyimpang dr gawang Belanda.

Gol ke 2 pada rivalitas setelah itu lahir dalam menit ke-35, balik buat belanda, serta dr koalisi yg setara diantaranya gol sebelumnya kendati dgn peran yang tidak sama. Robben menghalangi bola di kanan serta lalu bekerja sama satu-dua dengan Van Persie sebelum mencopot depakan jitu yang tidak kuasa dihalau kiper Aleksandrs Kolinko.

Pra tempo diturunkan minum Belanda balik menambah keunggulannya buat Latvia. Dr sisi kiri Ibrahim Afellay mengoper bola ke depan gawang, untuk disambut Klaas-Jan Huntelaar dgn sontekan jitu walau berada di dasar bimbingan tokoh lawan.

Keunggulan Belanda terkini balik menonjol tatkala laga meruntun menit ke-78. Van Persie kembali berkontribusi kesempatan ini dengan menyampaikan sepak pojok Wesley Sneijder dalam lalu disambar Jeffrey Bruma guna membuahkan gol keempat Belanda.

Delapan menit menjelang bubaran, Georginio Wijnaldum yg baru beberapa menit merembes menggantikan Van Persie memberikan bola ke arah Robben yg setelah itu sekali lagi memamerkan aksi individunya sebelum menetapkan kiper Kolinko mengakui bola atas dalam gawangnya bagi periode kelima di dalam laga.

Situs pasaran bola – Italia vs Kroasia Habis Draw

Category : Agen Bola Liga Champion

Italia pernah memimpin terlebih dulu atas Kroasia lewat Antonio Candreva. Akan tetapi keunggulan tak bertahan lama yang mana Ivan Perisic mendirikan gol penyama kedudukan. Ke-2 pasukan pun berbagi satu angka dgn skor 1-1.test1

Rivalitas Kualifikasi Piala Eropa 2016 yg melintas di San Siro, Senin (17/11/2014) dinihari WIB itu melintas gak tertutup. Kroasia semenjak awal menerapkan pressing ketat terhadap tuan rumah, sementara Italia mencoba melakukan gempuran segera via kedua sayap.

Italia sanggup menang bertambah dahulu melalui terjangan Candreva di menit ke-11. Akan tetapi keberhasilan Gli Azzurri tidak bertahan lama selepas Perisic menyepadankan tingkat dalam menit ke-15.

Tatkala putaran ke-2, Kroasia bertambah beringas & kian kuat dalam penguasaan bola. Sementara Italia berupaya memukul melalui terjangan balik gesit. Hanya saja ke 2 pemain tidak berhasil mencipta gol tambahan sampai perkelahian usai.

Pertengkaran itu sudah dihentikan sekitar 10 menit kala memasuki menit ke-72. Semula kembang api menghujani lapangan, tidak lama lewat kemelut terkabul di tribun daerah pendukung Kroasia. Selesai keadaan balik kondusif, wasit ambil kesimpulan teruskan permainan.

Pada impak draw tersebut, Kroasia dan Italia tengah meninggali kondisi satu-dua Grup H dengan bersambungan dengan sama-sama mengoleksi nilai 10 daripada empat rivalitas. Di simpulan keduanya yaitu Norwegia dgn 9 angka, yang pada pertarungan lain unggul tipis 1-0 bagi Azerbaijan.

Selama itu Bulgaria bermain seri 1-1 kontra Malta. Secara berangkaian Bulgaria (3 poin), Malta (0), Azerbaijan (0) menyelesaikan posisi 4-6

Ivan Rakitic mengelakkan sepakan keras daripada luar kotak sanksi dalam menit ke-6. Namun demikian Gianluigi Buffon beserta tangkas menghalangi. Tiga menit berselang, peluang Luka Modric melakukan percobaan, juga kandas di tangan Buffon.

Lebih dahulu terjepit, Italia kian memikat keunggulan di menit ke-11. Bermula atas kampanye Simone Zaza di dalam tempat sanksi. Tamat tembakannya diblok bek, bola refleksi yang kembali pada penguasaan Zaza lalu disodorkan pada Antonio Candreva dalam depan kotak penalti.

Candreva segera menyasarkan tembakan keras ke pojok kiri gawang dan tak bisa dihentikan Danijel Subasic.

Tapi keberhasilan ini tidak bertahan lama. Empat menit lalu kemudian, Kroasia menyeragamkan posisi. Ivan Perisic melakukan tusukan pada sisi kiri serta berlari ke tengah.

Aksinya diakhiri tembakan mendatar yg sewajarnya membidik tepat ke Buffon. Akan tetapi antisipasi sang kiper kurang baik dengan demikian bola melewatinya juga masuk ke gawang.

Italia mencecahkan satu kesempatan bagus di menit ke-34. Melalui serangan tangkas, Roberto Soriano menjunjung sasaran silang dr kanan mengarah ke Mattia De Sciglio yang gak terkawal dalam dekat tiang jauh. De Sciglio menguji menyambut bola dgn sepakan voli, tapi melenceng.

Welbeck Dua Gol, Inggris Tekuk Slovenia 3-1

Category : Agen Bola Liga Champion

Inggris sempat ketinggalan lebih dulu pada laga menggulung Slovenia. Namun, The Three Lions mampu membalikkan kondisi juga unggul dengan skor 3-1. Danny Welbeck mendermakan 2 gol untuk team tuan rumah.test1

Di terusan Kualifikasi Piala Eropa 2016 di Wembley, Minggu (16/11/2014) subuh WIB, Inggris memimpin pertunjukkan serta besar mengatur peluang semenjak awal. Tetapi, hingga turun minum, skor 0-0 tengah bertahan.

Di dalam paruh kedua, gol bunuh diri Jordan Henderson memapah Slovenia memimpin semakin dulu. Tetapi, Inggris melepaskan tangkisan yg begitu baik. Sehabis menyandingkan posisi dengan perantara sepak terjang sanksi Wayne Rooney, mereka memastikan kemenangan melalui dua gol Welbeck.

Keunggulan itu menjadikan Inggris dalam posisi teratas klasemen sementara Grup E dengan poin 12 dr empat kubu. Slovenia tepat di bawahnya dgn angka enam.

Jalannya Pertandingan

Peluang pertama di pertentangan tersebut menjadi milik Slovenia. Jasmin Kurtic mengirim umpan lambung yg disundul Andraz Kirm. Namun, sundulan Kirm dengan gampang ditangkap Joe Hart.

Inggris baru mampu mengeloskan gertakan di menit ke-17 lewat usaha Raheem Sterling. Sterling yang meraih umpan dari Rooney melepaskan depakan kaki kanan, tetapi arahnya sedang menyimpang.

Berselang 4 menit, putaran Rooney yang mendapatkan peluang. Rooney menerima bola atas Welbeck dengan depakan voli, yang masih melayang pada atas mistar.

Welbeck menghilangkan peluang yg dia dapat pada menit ke-30. Sekalipun dia tidak terkawal, sundulannya menetapkan sasaran silang Sterling tengah melenceng.

Upaya Welbeck dalam menit ke-37 juga belum menciptakan gol untuk Inggris. Sepakannya daripada luar kotak hukuman melayang.

Hingga berakhirnya babak pertama, kedua kesebelasan sama-sama tak bisa mencipta gol. Skor 0-0 tengah bertahan.

Rooney menebarkan intimidasi ke gawang Slovenia di dalam awal sesi ke 2, tepatnya menit ke-48. Dia menyengguk bola perolehan sepak pojok Adam Lallana, akan tetapi arahnya masih melebar.

Walaupun kian banyak menyusun kesempatan, Inggris tertinggal lebih dulu. Gol Slovenia yaitu hasil gol bunuh diri Henderson pada menit ke-57. Bermakna menguraikan sasaran silang Kirm, Henderson malah menyingkirkan si kulit bundar ke gawang sendiri.

Tetapi, keberhasilan Slovenia tersebut gak bertahan lama. Di menit ke-59, Inggris menyamakan kedudukan melalui sepakan penalti Rooney. Hadiah penalti itu diberikan oleh wasit selepas Bostjan Cesar melanggar Rooney di zona terlarang.

Inggris berjaya menyulingkan kondisi saat duel berusia 66 menit. Berakar daripada tembakan Lallana atas sudut sempit yg dimentahkan Samir Handanovic, bola rebound menentang ke Welbeck, yang saksama menyambarnya dalam meretakkan gawang Slovenia.

Welbeck balik menjejalkan namanya dalam papan skor enam menit dan kemudian. Penyerang Arsenal ini bermain umpan satu-dua dengan Sterling sebelum mengalahkan Handanovic lewat tembakan kaki kanannya. Inggris pun memimpin 3-1.

Keunggulan tersebut berjaya dipertahankan Inggris sampai peluit panjang bersuara. Mereka kendati memikat tiga poin pada perkelahian tersebut.

Susunan Pemain

Inggris: Hart; Clyne, Wilshere, Henderson, Sterling (Oxlade-Chamberlain 84′); Jagielka (Smalling 89′), Cahill, Gibbs; Lallana (Milner 79′), Rooney, Welbeck

Slovenia: Kurtic (Rotman 75′), Mertelj, Birsa (Lazarevic 62′), Kirm (Ljubijankic 77′); Handanovic; Brecko, Cesar, Ilic, Struna; Kampl; Novakovic

Agen betting bola – Inggris Vs Jerman, Lebih daripada Pertarungan Persahabatan

Category : Agen Bola Liga Champion

Inggris hendak menyuguhi Jerman dalam perjuangan uji coba pada Stadion Wembley, Selasa (19/11/2013) saat setempat atau Rabu (20/11/2013) dini hari WIB. Walaupun berlabel perkelahian uji coba, ke-2 team mencadangkan diri bagi menang.test1

“Aku benar-benar senang bermain di hari Selasa. Itulah sebabnya kami dalam sini, khususnya membelot Jerman. Mereka yaitu saingan kami, enggak di cara yang merisaukan, sebab kami mengantongi rasa hormat di dalam mereka. Tapi kami hendak menundukkan mereka, ” kata Frank Lampard, Minggu (17/11/2013).

“Nggak ada alasan kompetisi mengelakkan Jerman yaitu laga pertemanan. Ada penuh asal usul serta itu sudah sepatutnya. ”

Bersuanya Inggris juga Jerman nanti malam termasuk yg perdana untuk tiga tahun. Terakhir, keduanya bertemu pada perdelapan final Piala Dunia 2010, yg usai 4-1 utk Jerman.

Di perkelahian ini, Lampard melepaskan tembakan hingga bola menempuh garis gawang, tapi dianulir. Pendapat wasit bola dampak tembakan Lampard belum menguasai strip gawang.

“Ini udah mengatur reformasi di dalam sepak bola di mana kami mendapatkan teknologi garis gawang sebagai bonus, ” celoteh gelandang Chelsea ini.

“Tapi unsur itu mengecewakan sebab ini (jika golnya disahkan) akan mengubah permainan. Kami menongol dalam babak kedua saat 2-1 juga kemudian menempuh mistar. Aku ingat itu. ”

Sementara itu, sebagian idola Jerman mengatakan jika persoalan ini merupakan karma daripada perkara detik final Piala Dunia 1996.

Saat itu, bola dampak sepakan penyerang Inggris Geoff Hurst yang di dalam rekaman video sedikit pun belum melewati strip gawang Jerman yg dijaga Hans Tilkowski, disahkan oleh wasit.

Inggris hasilnya menang 4-2 melalui babak perpanjangan waktu, sesudah sebelumnya selama 90 menit ke-2 skuad bermain sama mata 2-2. Inggris kendati menjepit gelar juara dunia mereka yg sebagai gelar satu-satunya negeri Ratu Elizabeth pada turnamen besar sampai sejauh ini.

Siaran langsung

Global TV, Rabu (20/11/2013) pukul 03.00 WIB

Prakiraan susunan pemain

Inggris: Joe Hart; Ashley Cole; Tom Cleverly, Frank Lampard, Adam Lallana, Gary Cahill , Cris Smalling , Phil Jagielka, Jermaine Defoe, Wayne Rooney; Daniel Sturridge

Formasi: 4-2-3-1

Pelatih : Roy Hodgson

Jerman: Roman Weidenfeller; Lars Bender, Marco Reus, Draxler, Per Mertesacker, Matt Hummels, Marcell Jansen, Philipp Lahm; Toni Kroos, Andre Schürrle; Maximilian Kruse

Formasi: 4-2-3-1

Pelatih: Joachim Loew

Rekor pertemuan

27-06-2010 Jerman 4-1 Inggris

19-11-2008 Jerman 1-2 Inggris

22-08-2007 Inggris 1-2 Jerman

01-09-2001 Jerman 1-5 Inggris

07-10-2000 Inggris 0-1 Jerman

Lima pertandingan terakhir

Inggris: M-S-S-M-K

Jerman: M-M-K-S-S